BABAD TANAH SUNDA BABAD CIREBON PDF

Tulisan ini akan dibuat bersambung. Ceritanya sangat menarik sekali. Negara Pajajaran. Pertama-tama diceritakan perihal perjalanan hidup Pangeran Walangsungsang, hingga datang kepada ceriatan Yang Sinuhun Susuhunan cirebon.

Author:Togul Shajar
Country:Antigua & Barbuda
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):5 February 2008
Pages:210
PDF File Size:1.84 Mb
ePub File Size:13.92 Mb
ISBN:304-3-68951-398-3
Downloads:13535
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dailkree



S Sulendraningrat. Adapun asal-usul kata terasih ini diucapkan oleh Raja ketika kagum akan rasa rebon yang ditumbuk dan diproses oleh Walangsungsang sehingga menjadi terasi. Nama cirebon digunakan sejak tahun Masehi Sulendraningrat, Dewi Indang Ayu kemudian dinikahkan dengan Walangsungsang.

Walangsungsang pada saat itu telah berguru kepada Syekh Nurjati, kemudian ia diperintahkan untuk membuat sebuah dukuh atau desa yang dibuka sebagai pemukiman Sulendraningrat, Pada tahun M, Syarifah Mudaim kembali mengandung dan melahirkan putra laki-laki yang diberi nama Syarif Nurullah.

Haji Abdullah Iman mendirikan Keraton Pakungwati pada Nama keraton itu diambil dari nama Putrinya yaitu Pakungwati. Ia juga diangkat menjadi Kuwu Cirebon dengan gelar Pangeran Cakrabuana. Sunan ampel adalah salah satu Walisongo yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa. Syarif Hidayatulloh menyanggupinya kemudian ia pergi menghadap Sunan Ampel.

Setelah Syarif Hidayatullah berguru kepada Sunan Ampel, ia diperintahkan untuk mengislamkan yang belum Islam. Ketika Syarif Hidayatullah melakukan perjalanan ke Cirebon, putri Cina menyusulnya. Syarif Hidayatullah menerima wilayah Cirebon beserta Kraton Pakungwati setelah ia menikahi sepupunya, Pakungwati.

Sejak itu pula Cirebon menghentikan upeti kepada Raja Galuh. Suatu waktu, Syarif Hidayatullah mengunjungi ibunya di Mesir. Ia menceritakan bahwa ia telah mengislamkan orang-orang di tanah Padjadjaran. Ia juga menceritakan bahwa ia telah menikah dengan Pakungwati dan diberi takhta di Cirebon. Ia datang ke Mesir untuk menyerahkan takhta sepenuhnya kepada adiknya. Syarif Nurullah. Jeng Ibu memberi idhin lalu meneruskan perjalanan. Jeng Maulana Insankamil datang sudah di Cirebon, hatur beritahu sungguh seorang putra Rarasantang.

Ki Kuwu bergembira sekali sambil merangkulnya. Segera Sang Kemenakan dibawa masuk ke dalam kraton Pakungwati, digembirakan dan dihormat-hormat. Orang Cirebon setelah mengetahuinya geger bercerita satu sama lain dengan gembira sekali, pada tahun M. Dalam cerita tersebut, terdapat beberapa unsur, sehingga dapat dikatakan sebagai historiografi tradisional: Sastra Unsur Sastra dalam babad ini adalah gaya bahasa yang hyperbola.

Kata yang menunjukan bahwa kalimat tersebut hiperbol adalah kata menggugat perjanjian. Namun pemilihan kata atau diksi dalam kalimay merupakan salah satu fungsi dari unsur sastra, yaitu menandakan jiwa zaman zeitgeist penulisan pada masa masa itu. Selain itu, bahasa yang mengandung sastra terdapat pada cerita 16 yang terdapat pada halaman Hal itu memperlihatkan kata yang berlebih-lebihan. Adapula pada halaman 79, mengisahkan tentang Gandasari dan Raja Galuh. Sejarah Unsur sejarah dalam penggalan transliterasi Babad Tanah Sunda Babad Cirebon adalah: Tokoh Tokoh Sejarah yang dimaksud adalah Maulana Insankamil, yang memiliki nama lahir Syarif Hidayatullah yang kemudian dikenal sebagai salah satu wali dari Walisongo.

Syarif Hidayatullah merupakan anak pertama dari Rarasantang. Mengenai kematiannya, sumber lain Raffless, History of Java: mengatakan bahwa Sultan Cirebon yang lebih dikenal dengan nama sultan Gunung Jati meninggal pada tahun Untuk mengetahui mana sumber yang sah atau tidak, dapat diketahui melalui datangnya Ia ke Cirebon untuk menyebarkan Agama Islam. Kedatangan Islam di Cirebon diperkirakan antara Jika Syarif Hidayatullah datang ke Cirebon pada tahun , tidaklah mungkin ia meninggal pada tahun Tidak lama kemudian berlabuhlah sebuah armada Portugis yang berperlengkapan alat-alat perang di pelabuhan Sundakelapa yang berasal dari Pasai yang telah menjadi jajahan mereka.

Mereka masih menyangkan pelabuhan Sundakelapa Pejajaran. Segera berjalan dan akhirnya telah datang di gunung Ciangkup bertemu Sang Hyang Nanggo… …Hai Walangsungsang, aku tidak tahu agama Islam, nanti seantara lagi engkau mendapatkannya, hanya si bapak memberi kedewaandan menghilang, kekuatan, kekebalan, terimalah sih pemberian si bapak dan ini Golokcabang pusaka para leluhur terimalah.

Mitos termasuk ke dalam mentifact. Mitos tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat dan hanya dipercaya oleh para pendukungnya. Ciri-ciri mitos adalah sesuatu yang tidak masuk logika, tetapi dipercaya pernah terjadi oleh masyarakat pendukungnya. Dalam penggalah transliterasi Babad Tanah Sunda Babad Cirebon banyak sekali mitos yang ditunjukkan, diantaranya adalah pada Cerita ke tiga yang berjudul Gunung Ciangkup.

Tidaklah mungkin sebuah cincin Ampal dapat menyimpan manusia yang begitu besarnya, apalagi ada Golokcabang pusaka yang bisa bicara bahasa manusia. Hal itu jika dipikirkan secara logika tidak bisa dipercaya, namun secara fakta mental, masyarakat masih mempercayainya. Ia melanglang buana hingga ke negeri Mekah untuk berguru Agama Islam. Selanjutnya berlatar Kesultanan Cirebon. Faletehan berasal dari keturunan Berkat Jaenal Alim yang merupakan keturunan kedua dari Jamaludin al Husein.

Sunan Ampel merupakan keturunan ke 21 dari Ibrahim Jaenal Akbar yang merupakan keturunan ketiga dari Jamaludin al Husein. Sulendraningrat,

ALMOST PERFECT BRIAN KATCHER PDF

I'm The Historian

Sedangkan Putra yang ketiga Raja Sengara lahir tahun Masehi. Pupuh ini diawali oleh kalimat Bismillahi ya rakhman nirakhim. Pupuh ini menceritakan lolosnya Walangsungsang—putra Prabu Siliwangi—yang berkeinginan mencari agama Nabi Muhammad. Walangsungsang —yang juga putra mahkota Kerajaan Pajajaran—berkeinginan untuk berguru agama Nabi Muhammad. Lalu, ia mengutarakan maksudnya kepada ayahandanya, Prabu Siliwngi. Namun, Prabu Siliwangi melarang bahkan mengusir Walangsungsang dari istana. Pada suatu malam, Walangsungsang melarikan diri meninggalkan istana Pakuan Pajajaran.

KRAUZ-MOZER TEORIE POLITYKI PDF

S Sulendraningrat. Adapun asal-usul kata terasih ini diucapkan oleh Raja ketika kagum akan rasa rebon yang ditumbuk dan diproses oleh Walangsungsang sehingga menjadi terasi. Nama cirebon digunakan sejak tahun Masehi Sulendraningrat, Dewi Indang Ayu kemudian dinikahkan dengan Walangsungsang.

Related Articles